Juli 26, 2026

Persaudaraan Tanpa Batas, Tokoh-Tokoh TOGA Pandiangan Hadir Menguatkan Kebersamaan pada Pesta Budaya Mengratahi Sulang Marga Solin

Pakpak Bharat, 18 Juli 2026 – Di tengah suasana penuh sukacita dan kehangatan kekeluargaan, Pesta Budaya Mengratahi Sulang serta Pelantikan Pengurus Lembaga Adat Sulang Silima Marga Solin Periode 2026–2031 di Lapangan Bola Tinada menjadi bukti bahwa ikatan persaudaraan tidak mengenal batas wilayah maupun organisasi adat.

Kehadiran para tokoh dari TOGA Pandiangan Sedunia bukan sekadar memenuhi undangan, tetapi menjadi wujud nyata rasa hormat, kebersamaan, dan kepedulian terhadap keluarga besar Marga Solin. Semangat marsiadapari (saling mendukung) terlihat begitu kuat ketika para tokoh adat, pemimpin organisasi marga, dan masyarakat berkumpul dalam satu kebersamaan untuk merayakan warisan budaya leluhur.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Umum TOGA Pandiangan Sedunia Dr. Lindung Pandiangan, Wakil Bupati Pakpak Bharat Dr. H. Mutshuhito Solin, M.Pd., Ketua Parhutala Siantar-Simalungun Mawari Gultom, Ketua Selian Indonesia Raja Lembing Selian dari Kota Cane, Aceh Tenggara, Ketua Umum Raja Humirtap Pandiangan Bona Pandiangan, Ketua Umum Raja Sonang Sedunia Jaliher Sitinjak, Ketua TOGA Sitinjak Sumatera Utara St. Kostan Sitinjak, serta Dr. Tuangkus Harianja, M.M., M.H., Sekretaris Jenderal Raja Sonang Sedunia yang juga Sekretaris Panitia Munas, Silaturahmi Nasional, dan Pesta Budaya TOGA Pandiangan Sedunia 2026.

Kehadiran mereka menjadi pesan bahwa adat dan budaya akan tetap hidup apabila dijaga bersama dalam semangat persaudaraan. Tidak ada sekat di antara marga-marga yang hadir; yang terlihat hanyalah rasa saling menghargai, saling menguatkan, dan tekad bersama untuk menjaga warisan leluhur agar tetap lestari bagi generasi mendatang.

Momen ini juga menjadi pengingat bahwa kekuatan masyarakat adat bukan hanya terletak pada kebesaran nama marga, tetapi pada eratnya tali silaturahmi yang terus dirawat dari generasi ke generasi. Dari Tinada, semangat persatuan itu kembali dipertegas sebagai modal utama menjaga identitas budaya di tengah perkembangan zaman.

Di penghujung acara, keluarga besar Marga Solin turut menyampaikan doa dan harapan agar Musyawarah Nasional, Silaturahmi Nasional, dan Pesta Budaya TOGA Pandiangan Sedunia Tahun 2026 di Urat, Kecamatan Palipi, Kabupaten Samosir, dapat berlangsung dengan lancar dan sukses. Dukungan tersebut menjadi cerminan bahwa persaudaraan antarmarga tidak hanya diwujudkan melalui kata-kata, tetapi juga melalui kehadiran, doa, dan kebersamaan dalam setiap momentum adat.

Njuah-juah… Horas… Mejuah-juah. Persaudaraan yang tulus akan selalu menjadi warisan paling berharga bagi anak cucu di masa depan.

Bid Media dan Publikasi Munas Toga Pandiangan 

Hunter D Samosir 

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *