Pematangsiantar, 26 Juli 2026 – Kegiatan amal bakti sosial yang digelar Persatuan Artis Sumatera Utara (PASU) untuk membantu korban kebakaran Pasar Parluasan mendadak diwarnai insiden yang mengejutkan. Salah seorang personel Aksima Trio, Betawi Tarida Nasib Hutagalung, mengaku kehilangan tas sandang berisi sejumlah barang berharga usai mengikuti kegiatan penggalangan dana di Warung Mie Pangsit Gadjah, Jalan Diponegoro, Pematangsiantar, Minggu (26/7/2026).
Kegiatan sosial yang turut diikuti sejumlah grup musik, di antaranya Aksima Trio, Asa Star, dan Zone Voice, awalnya berlangsung lancar. Para artis menghibur pengunjung sekaligus menggalang donasi untuk meringankan beban para korban kebakaran.
Namun, setelah kegiatan berakhir, Betawi Tarida Nasib Hutagalung menyadari tas sandang warna hitam miliknya tertinggal di lokasi acara. Sekitar pukul 16.30 WIB, ia kembali ke Warung Mie Pangsit Gadjah untuk mengambil tas tersebut, tetapi tas itu sudah tidak berada di tempat semula.
“Kami tidak terpikir akan terjadi hal seperti ini. Niat kami datang untuk menggalang dana dan fokus menghibur pengunjung, ternyata tas saya hilang,” ujar Betawi Tarida Nasib Hutagalung.
Setelah dilakukan pengecekan melalui rekaman CCTV di lokasi, terlihat seorang perempuan membawa tas yang diduga merupakan milik korban. Identitas orang dalam rekaman tersebut masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang.
Akibat kejadian tersebut, korban mengaku kehilangan satu unit telepon seluler Samsung E1272 warna putih, uang tunai sebesar Rp250.000, dua unit handsfree Bluetooth, satu buah flashdisk remote Bluetooth, serta sejumlah dokumen penting.
Korban kemudian membuat laporan resmi ke Polres Pematangsiantar agar peristiwa tersebut diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Hingga berita ini diterbitkan, laporan atas nama Betawi Tarida Nasib Hutagalung telah diterima oleh pihak kepolisian. Aparat menyatakan akan menindaklanjuti laporan tersebut melalui proses penyelidikan untuk mengungkap fakta dan mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kegiatan sosial sekalipun tetap memerlukan kewaspadaan terhadap barang-barang pribadi. Masyarakat yang mengetahui informasi terkait kejadian tersebut diharapkan dapat menyampaikannya kepada pihak kepolisian guna membantu proses penyelidikan.
Laporan: Bob.S

