Juli 26, 2026

Disdik Simalungun Tegaskan Perang Melawan Vape di Sekolah, Frits Ueki Damanik: “Masa Depan Generasi Muda Tidak Boleh Dirusak Nikotin”

 

Simalungun , 22 Juli 2026– Pemerintah Kabupaten Simalungun melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Simalungun terus memperkuat komitmen menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat, aman, dan bebas dari pengaruh zat adiktif. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kampanye edukasi bertajuk “Vape Bukan Gaya, Tapi Bahaya!” sebagai tindak lanjut Surat Edaran Bupati Simalungun Nomor 2 Tahun 2026 tentang pencegahan penggunaan vape di lingkungan pendidikan.

Kampanye ini menjadi langkah preventif dalam melindungi peserta didik dari bahaya rokok elektronik yang semakin marak di kalangan remaja. Dinas Pendidikan menilai penggunaan vape tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga dapat memengaruhi karakter, kedisiplinan, serta kualitas proses belajar peserta didik.

Dalam materi edukasi yang disampaikan kepada seluruh satuan pendidikan, Disdik Simalungun mengingatkan bahwa vape dapat menyebabkan ketergantungan nikotin, mengganggu kesehatan paru-paru dan sistem pernapasan, menurunkan konsentrasi belajar, mengandung berbagai zat kimia berbahaya, serta berpotensi menjadi pintu masuk penyalahgunaan zat adiktif lainnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Simalungun, Frits Ueki Damanik, S.E., M.Si., menegaskan bahwa sekolah bukan hanya tempat mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga ruang pembentukan karakter dan budaya hidup sehat.

 “Kami tidak ingin ada satu pun peserta didik di Kabupaten Simalungun yang kehilangan masa depannya akibat pengaruh vape. Jangan pernah menganggap vape sebagai simbol pergaulan atau gaya hidup modern. Faktanya, vape mengandung nikotin yang dapat menimbulkan ketergantungan, mengganggu kesehatan, menurunkan konsentrasi belajar, bahkan membuka peluang terhadap penyalahgunaan zat berbahaya lainnya. Karena itu, kami mengajak seluruh kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, orang tua, dan masyarakat untuk bersama-sama memperkuat pengawasan serta edukasi kepada anak-anak kita. Membangun generasi unggul harus dimulai dengan membangun lingkungan pendidikan yang sehat, disiplin, dan bebas dari zat adiktif,” tegas Frits Ueki Damanik. 

Menurut Frits, keberhasilan dunia pendidikan tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari keberhasilan membentuk peserta didik yang memiliki karakter kuat, sehat secara jasmani dan rohani, serta mampu menjauhi perilaku yang merugikan diri sendiri maupun lingkungan.

Melalui gerakan “Vape Bukan Gaya, Tapi Bahaya!“, Dinas Pendidikan Kabupaten Simalungun berharap seluruh sekolah menjadi pelopor dalam menciptakan kawasan pendidikan yang bebas asap rokok dan vape, sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam menjaga masa depan generasi muda.

Dengan sinergi yang berkelanjutan, Pemerintah Kabupaten Simalungun optimistis dapat melahirkan generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, serta siap menjadi sumber daya manusia yang berkualitas menuju Simalungun Maju.

Redaksi

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *