Dairi, 18 Juli 2026– Di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan bebas dari perundungan, SMA Negeri 1 Tigalingga menghadirkan wajah baru pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun Ajaran 2026/2027. Di bawah kepemimpinan Kepala Sekolah Indra Syahputra Padang, S.Pd.I., M.M., MPLS tidak dipandang sebagai kegiatan seremonial tahunan, melainkan sebagai momentum strategis untuk membangun budaya sekolah yang humanis, inklusif, dan berkarakter.
Sejak hari pertama, peserta didik baru disambut dengan budaya 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun) oleh kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan. Suasana hangat tersebut menjadi pesan kuat bahwa setiap peserta didik berhak memperoleh rasa aman, dihargai, dan diterima sebagai bagian dari keluarga besar SMA Negeri 1 Tigalingga.
Berbagai kegiatan dirancang untuk menumbuhkan karakter positif, mulai dari penguatan disiplin, pengenalan budaya sekolah, asesmen diagnostik, literasi, permainan edukatif, hingga kegiatan kolaboratif yang menanamkan semangat gotong royong, kepemimpinan, dan kepedulian sosial. Seluruh rangkaian berlangsung tanpa praktik perploncoan ataupun tindakan yang merendahkan martabat peserta didik.
Kepala SMA Negeri 1 Tigalingga, Indra Syahputra Padang, S.Pd.I., M.M., menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh nilai akademik, tetapi juga oleh kemampuan sekolah membangun karakter dan integritas peserta didik sejak hari pertama mereka memasuki lingkungan sekolah.
“MPLS Ramah bukan sekadar kegiatan penyambutan. Ini adalah titik awal pembentukan karakter. Kami ingin setiap peserta didik tumbuh dalam lingkungan yang aman, nyaman, inklusif, serta mampu mengembangkan potensi terbaiknya tanpa rasa takut. Sekolah harus menjadi tempat yang membangun kepercayaan diri, menanamkan disiplin, dan melahirkan generasi yang berintegritas,” tegas Indra Syahputra Padang.
Pelaksanaan MPLS di SMA Negeri 1 Tigalingga juga menjadi ruang penguatan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila melalui pembiasaan sikap disiplin, tanggung jawab, toleransi, dan kerja sama. Para guru berperan sebagai pendamping sekaligus pembimbing agar peserta didik dapat beradaptasi dengan lingkungan belajar secara optimal.
Komitmen tersebut menunjukkan bahwa transformasi pendidikan tidak cukup diwujudkan melalui peningkatan fasilitas semata, tetapi juga melalui perubahan budaya sekolah yang berpihak pada peserta didik. Lingkungan belajar yang aman, sehat, dan inklusif diyakini menjadi fondasi penting dalam mencetak generasi yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Dengan semangat “MPLS Ramah, Sekolah Aman, Peserta Didik Nyaman”, SMA Negeri 1 Tigalingga menegaskan bahwa pendidikan bukan hanya tentang mengajarkan ilmu pengetahuan, melainkan juga membentuk manusia yang berintegritas, berempati, dan bertanggung jawab. Komitmen yang dibangun sejak hari pertama inilah yang diharapkan menjadi bekal lahirnya generasi muda Kabupaten Dairi yang cerdas, tangguh, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi bangsa dan negara.
Redaksi

