Simalungun, 2 Agustus 2026 – Dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Simalungun, Frits Ueki Prapanca Damanik, mengajak seluruh kepala satuan pendidikan, guru, tenaga kependidikan, peserta didik, serta masyarakat untuk melaksanakan pengibaran Bendera Merah Putih selama 1–31 Agustus 2026 sebagai implementasi nyata pendidikan karakter, penguatan nasionalisme, dan penghormatan terhadap jasa para pahlawan bangsa.
Ajakan tersebut merupakan tindak lanjut atas Surat Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 400.10.5.6/5370/SJ tanggal 21 Juli 2026 tentang partisipasi masyarakat dalam menyemarakkan peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia melalui pengibaran Bendera Merah Putih secara serentak di seluruh wilayah Indonesia.
Menurut Frits Ueki Prapanca Damanik, pengibaran Bendera Merah Putih bukan hanya merupakan bentuk kepatuhan terhadap imbauan pemerintah, tetapi juga memiliki nilai strategis sebagai media pendidikan karakter yang menanamkan rasa cinta tanah air, semangat persatuan, disiplin, tanggung jawab, serta penghormatan terhadap sejarah perjuangan bangsa.
“Sekolah merupakan tempat yang paling tepat untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda. Pengibaran Bendera Merah Putih tidak boleh dipandang hanya sebagai kegiatan seremonial, tetapi harus dimaknai sebagai proses pendidikan karakter yang membentuk peserta didik menjadi pribadi yang berintegritas, berakhlak mulia, memiliki jiwa nasionalisme, serta mencintai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Frits Ueki Prapanca Damanik.
Ia menegaskan bahwa pendidikan karakter merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari tujuan pendidikan nasional sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 31 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, yang menegaskan kewajiban negara dalam menyelenggarakan sistem pendidikan nasional untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.
Selain itu, Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menegaskan bahwa pendidikan nasional bertujuan mengembangkan kemampuan serta membentuk watak dan peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Oleh karena itu, setiap kegiatan yang menumbuhkan nilai patriotisme, nasionalisme, dan kecintaan terhadap tanah air merupakan bagian dari implementasi tujuan pendidikan nasional.
Frits juga mengajak seluruh satuan pendidikan di Kabupaten Simalungun untuk menjadikan momentum Bulan Kemerdekaan sebagai sarana memperkuat pendidikan karakter melalui berbagai kegiatan yang edukatif, seperti pembelajaran sejarah perjuangan bangsa, penghormatan kepada simbol negara, penanaman nilai-nilai Pancasila, gotong royong, kedisiplinan, serta penghargaan terhadap keberagaman sebagai kekuatan bangsa Indonesia.
Menurutnya, dunia pendidikan memiliki tanggung jawab besar dalam mempersiapkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, integritas, kepedulian sosial, serta komitmen menjaga persatuan bangsa di tengah perkembangan zaman.
“Kemerdekaan yang kita nikmati hari ini adalah hasil perjuangan, pengorbanan, dan persatuan para pendiri bangsa. Tugas dunia pendidikan adalah memastikan nilai-nilai perjuangan tersebut diwariskan kepada setiap peserta didik agar mereka tumbuh menjadi generasi yang mampu menjaga persatuan, menghormati perbedaan, serta mengisi kemerdekaan dengan prestasi, inovasi, dan pengabdian kepada bangsa dan negara,” tegasnya.
Dinas Pendidikan Kabupaten Simalungun berharap seluruh sekolah dapat berpartisipasi aktif menyemarakkan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan tetap mengedepankan nilai-nilai edukatif, kebangsaan, dan karakter, sehingga semangat kemerdekaan benar-benar menjadi bagian dari budaya pendidikan yang membentuk generasi Indonesia yang beriman, berintegritas, berprestasi, serta berwawasan kebangsaan.
“Dirgahayu Republik Indonesia Ke-81. Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur. Mari kibarkan Bendera Merah Putih sebagai simbol persatuan, penghormatan kepada para pahlawan, dan komitmen bersama membangun pendidikan yang berkarakter demi terwujudnya generasi emas Indonesia.” tutup Frits Ueki Prapanca Damanik.
Redaksi

