Pematangsiantar, 2 Februari 2026 —
Kongres Pemberantasan Korupsi Manipulatif Rakyat Indonesia (KPKM RI) menyampaikan catatan hasil observasi lapangan terkait pengelolaan produksi Tandan Buah Segar (TBS) di PTPN IV Kebun Unit Marihat, Kabupaten Simalungun. Catatan ini disusun sebagai bahan evaluasi dan pendalaman lebih lanjut oleh pihak berwenang.
Observasi lapangan dilakukan pada akhir September hingga awal Oktober 2025 dengan dukungan dokumentasi visual di beberapa titik areal kebun. Dari hasil pengamatan tersebut, ditemukan kondisi TBS dengan ukuran yang berada di bawah standar teknis produksi sebagaimana praktik budidaya kelapa sawit pada umumnya.
Secara teknis agronomis, kondisi tersebut dapat berkaitan dengan belum optimalnya pelaksanaan tahapan pemeliharaan tanaman pada fase Tanaman Belum Menghasilkan (TBM). Tahapan tersebut merupakan bagian penting dalam memastikan kesiapan tanaman sebelum memasuki masa produksi agar kualitas dan kuantitas hasil dapat tercapai secara optimal.
Berdasarkan analisis awal yang bersifat internal, perbedaan ukuran tandan berpotensi berdampak terhadap efisiensi produksi dan nilai ekonomi kebun. Namun demikian, besaran dampak tersebut masih memerlukan verifikasi lanjutan melalui pemeriksaan teknis dan administratif oleh instansi yang memiliki kewenangan.
KPKM RI menegaskan bahwa catatan ini tidak dimaksudkan sebagai kesimpulan akhir, melainkan sebagai bahan masukan untuk evaluasi pengelolaan kebun, khususnya terkait aspek pemeliharaan tanaman, pengawasan lapangan, dan pencatatan produksi.
Sehubungan dengan hal tersebut, KPKM RI telah menyampaikan laporan beserta lampiran pendukung kepada Kejaksaan Negeri Simalungun untuk dilakukan pendalaman sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kami berharap proses klarifikasi dan evaluasi dapat berjalan secara objektif dan proporsional, sehingga setiap temuan dapat ditempatkan dalam konteks perbaikan tata kelola dan peningkatan kinerja perkebunan,” ujar Ketua Umum KPKM RI, Hunter D. Samosir.
KPKM RI menghormati seluruh mekanisme pemeriksaan yang sedang dan akan berjalan, serta mengedepankan asas kehati-hatian, profesionalitas, dan akuntabilitas dalam setiap penyampaian informasi.
Redaksi

